JAKARTA'S EVENTS

Jakarta adalah Destinasi Wisata Ramah Muslim

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Jakarta memperkuat langkah menuju destinasi ramah wisatawan Muslim berkelas dunia melalui Jakarta Muslim Friendly Forum (JMFF) 2026 yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta bersama DPD AITTA Jakarta di Hotel Mövenpick Jakarta.

Forum ini mempertemukan pemerintah, industri pariwisata, akademisi dan asosiasi, serta duta besar dan perwakilan dari 20 negara sahabat. Mereka akan berbagi pandangan mengenai perkembangan wisata ramah Muslim di negaranya sekaligus memberikan perspektif terhadap kesiapan dan pengembangan Jakarta sebagai destinasi ramah wisatawan Muslim yang digelar Senin (31/8/2026).

JMFF 2026 merupakan kelanjutan forum pertama pada 2025 lalu dalam rangkaian menuju 500 Tahun Jakarta pada 2027 mendatang. Adapun forum dibuka oleh Iffan, M.Si., Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparekraf DKI Jakarta. 

Sejumlah tokoh pemerintah dan industri hadir sebagai pembicara, antara lain Dr Masruroh, S.Sos., MAB., Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata RI; Bima Agung, ST., Kepala Bidang Data, Informasi dan Pengembangan Destinasi Disparekraf DKI Jakarta; Ir. H. Riyanto Sofyan, MBA, Ketua Umum PPHI; serta Farah Fauziah Arditami dari CrescentRating & HalalTrip. 

Dari sisi kesiapan industri, forum menghadirkan Ir H Artha Hanif, Ketua Umum AITTA; Dr. Arief Faizal Rachman, M.T., Kaprodi S1 Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti; Ubay Ihsandi, Vice President Umrah, Hajj & Charter PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk; serta Duhita Anggraeni, Marketing Communication Group Head TMII. 

Pada forum ini terlontar upaya meningkatkan length of stay wisatawan mancanegara dari negara Muslim di dunia. Tak hanya itu, juga akan mengupayakan wisatawan Muslim juga balik lagi traveling ke Jakarta. Menariknya juga akan mengupayakan ekosistem pariwisata Muslim di Jakarta.

Jadi, tidak hanya sekadar pariwisata ramah Muslim bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara namun juga tercipta ekosistem wisata Muslim di Jakarta sehingga wisatawan Muslim akan semakin banyak yang datang bersama keluarganya.

Ketua Umum DPP AITTA Artha Hanif menjelaskan kepada PATADaily.id, Muslim Friendly tourism harus memberikan perhatian khusus bagi wisatawan yang beragama Islam. "Wisatawan Mulsim harus jelas makanannya halal, ada lokasi untuk ibadah, yaitu Shalat, dan lainnya," ucapnya.

Ia mengatakan, tak hanya itu, wisatawan Muslim juga ingin merasakan kenyamanan ketika traveling. Menurutnya, perlu ada kolaborasi dalam melayani wisatawan Muslim yang berkunjung ke Jakarta. 

“Wisata ramah Muslim bukan hanya soal makanan halal dan tempat ibadah. Yang harus dibangun adalah pengalaman wisatawan secara utuh, mulai dari informasi, transportasi, akomodasi, kuliner, atraksi hingga pelayanan di destinasi,” kata Djohari Somad, Ketua AITTA DPD Jakarta.

Menurut Djohari, JMFF 2026 diharapkan menghasilkan kajian dan rekomendasi konkret untuk melihat posisi Jakarta saat ini, kekurangan yang masih perlu dibenahi, serta langkah yang diperlukan agar Jakarta semakin kompetitif di pasar wisata Muslim global.

Djohari menerangkan bahwa perlu ada kolaborasi untuk membuat Jakarta sebagai kota yang diminati wisatawan Muslim, baik wisatawan Nusantara maupun wisatawan mancanegara. Menurutnya, di Jakarrta sudah lengkap sehinggga ekosistem pariwisata Muslim perlu melakukan kajian sehingga posisi Jakarta diminati wisatawan Muslim untuk traveling di Jakarta.

Rangkaian JMFF dilanjutkan 1 September 2026 dengan educational tour ke sejumlah destinasi Jakarta untuk melihat langsung kesiapan fasilitas dan pelayanan wisata ramah Muslim.

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side