JAKARTA'S EVENTS

Halimah Munawir Memberikan Perhatian untuk Pendidikan Indonesia

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Relasi antara buruh, pengusaha, dan budaya dinilai sebagai tiga sisi yang memberikan pengaruh dalam perjalanan sejarah industri di Indonesia. Adapun tiga hal tersebut tampak pada Halimah Munawir. Bahkam Halimah juga dikenal aktif dalam dunia pendidikan Indinesia.

Menariknya sinamika hubungan ini telah mengalami pasang surut sejak masa kolonial Belanda hingga era reformasi. Hal itu diungkapkan Halimah Munawir di Hari Buruh Internasional, Jumat, 1 Mei, 2026. Dan, Halimah juga begitu peduli pada masa depan anak-anak Indonesia dengan ikut terlibat langsung, yakni mengelola sekolah di Bekasi sebagai bentuk terjun langsung dalam dunia pendidikan nasional yang pada Sabtu (2/5/2026) diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Halimah mengungkapkan, sejarah mencatat, embrio “budaya buruh” mulai tumbuh ketika pemerintah kolonial Belanda mengembangkan sektor perkebunan, pertambangan, dan industri pabrik. Sistem kerja berat dengan upah rendah memicu keresahan di kalangan pekerja.

"Kondisi tersebut mendorong lahirnya kesadaran kolektif buruh, yang kemudian diperkuat oleh pengaruh ideologi sosialisme serta gerakan buruh internasional. Dari sinilah cikal bakal serikat buruh mulai terbentuk," terangnya kepada PATADaily.id, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, memasuki era Orde Lama, pergerakan buruh Indonesia mengalami kebangkitan signifikan. Peringatan Hari Buruh pada 1 Mei kali pertama digaungkan secara terbuka di Yogyakarta, dengan pidato berapi-api Presiden Soekarno yang membakar semangat kaum pekerja. 

"Pada periode ini, buruh tidak hanya menjadi kekuatan ekonomi, tetapi juga menjelma sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan. Pemerintah dan kalangan pengusaha pun memberikan ruang lebih luas bagi eksistensi buruh,” ungkap Halimah Munawir.

Namun situasi berubah drastis pada masa Orde Baru. Pemerintah saat itu memandang gerakan buruh sebagai potensi ancaman, sehingga berbagai aktivitas serikat pekerja dibatasi bahkan dibungkam. Kebebasan berekspresi buruh mengalami penyempitan, dan peran mereka dalam ruang publik pun meredup.

Menurutnya, kebangkitan kembali gerakan buruh terjadi pada era reformasi. Seiring terbukanya ruang demokrasi, buruh kembali memperoleh hak untuk berserikat dan menyuarakan aspirasi. Hari Buruh pun kembali diperingati secara luas sebagai simbol perjuangan dan solidaritas pekerja.

‘Kini, hubungan antara buruh, pengusaha, dan budaya kerja menjadi refleksi penting dalam membangun ekosistem industri yang adil dan berkelanjutan. Momentum Hari Buruh setiap 1 Mei menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara ketiganya adalah kunci bagi kemajuan bersama,” jelas Halimah.

Sementara Halimah di sektor pendidikan nasional terjun langsung mengelola sekolah di Bekasi. Ia berharap masa depan anak Indonesia bisa meningkat dengan duduk di bangku sekolah karena bagi Halimah, pendidikan merupakan cara yang paling tepat untuk keluar dari kemiskinan.

 

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side