PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Sosok Fanny Kusuma Dewi bukan hanya cantik namun serius ingin mengembangkan skydiving di Indonesia hingga dikenal di kancah internasional. Direktur Utama PT BRO Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi mengungkapkan alasan dirinya terlibat langsung dalam dunia terjun payung lantaran bukan hanya tertarik olahraga ekstrem saja.
"Bagi saya, terjun payung bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan industri yang memadukan keberanian, disiplin, teknologi aviasi, dan potensi pariwisata yang luar biasa," tuturnya kepada PATADaily.id, Jumat (9/10/2026).
Fanny, begitu ia kerap disapa, menjelaskan bahwa dirinya melihat peluang besar untuk mengembangkan skydiving Indonesia menjadi industri yang profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional.
"Sebagai perempuan, saya percaya bahwa ruang untuk berkarya dan memimpin tidak seharusnya dibatasi oleh gender ataupun bidang yang kita pilih," ucapnya. Jadi, lanjutnya, keberanian bagi saya bukan hanya tentang melompat dari pesawat, tetapi juga berani mengambil langkah besar untuk mewujudkan sebuah visi.
Perempuan berparas cantik ini menerangkan bahwa tantangan terlibat dalam dunia terjun payung bukan mengenai gender. "Tantangan sesungguhnya bukan soal gender, melainkan bagaimana membangun kompetensi, kredibilitas, dan kepercayaan," katanya.
Menurutnya, industri ini menuntut kedisiplinan, ketegasan, ketelitian, serta komitmen tinggi terhadap keselamatan. Baginya, semua kualitas tersebut tidak mengenal gender. "Saya melihat perempuan justru dapat menghadirkan perspektif berbeda yang memperkaya cara sebuah organisasi bekerja dan mengambil keputusan," terangnya.
Fanny pun ingin menunjukkan bahwa profesionalisme, kemampuan, dan kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender. Jadi, lanjutnya, tantangan terbesarnya adalah membangun industri yang masih berkembang di Indonesia, dengan kompleksitas regulasi penerbangan, investasi, infrastruktur, sumber daya manusia, dan standar keselamatan internasional.
"Skydiving bukan sekadar bisnis petualangan. Ini adalah industri yang membutuhkan tata kelola profesional, ketepatan pengambilan keputusan, dan tanggung jawab besar terhadap keselamatan," tegasnya.
Karenanya Fanny melalui PT BRO Skydive Indonesia, ingin mengembangkan Tanjung Lesung, Banten, sebagai destinasi skydiving berstandar internasional yang mampu menarik wisatawan mancanegara dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri sport tourism dunia.
"Bagi saya, membangun bisnis bukan hanya tentang menciptakan keuntungan, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi, membuka peluang baru, dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia," ujarnya.
Di BRO Skydive Indonesia, Fanny percaya bahwa perusahaan yang kuat tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh tim yang memiliki visi, integritas, dan kompetensi yang saling melengkapi.
"Sejak awal, BRO Skydive Indonesia kami bangun bersama Arfan Sani sebagai Komisaris, Capt Ibnu Barkah sebagai pilot BRO sekaligus profesional dalam bidang aviasi, Muhammad Rizki Fardani sebagai Direktur Keuangan, Hendro Satriyo sebagai Direktur Operasional, Yasri Yudha Yahya sebagai General Affairs, serta Setyo Oetomo sebagai Flight Operations Officer," paparnya.
Dan, dalam pengembangan operasional skydiving berstandar internasional, Fanny mengungkapkan uga diperkuat oleh para profesional berpengalaman, yaitu Jeffrey Chan, George Tang, dan Phanumat Lerthiransakul.
"Sebagai President Director, saya harus bisa menetapkan arah strategis perusahaan, memastikan tata kelola yang baik, serta menyatukan seluruh kompetensi tersebut untuk mencapai visi bersama," tegasnya.
Fanny percaya pada pembagian tanggung jawab yang jelas, komunikasi terbuka, dan penghargaan terhadap keahlian setiap individu. "Kepemimpinan bagi saya bukan tentang mengendalikan semua hal, tetapi tentang membangun kepercayaan, menyatukan kekuatan, dan memastikan setiap orang dapat memberikan kontribusi terbaiknya," jelasnya.
Fanny mengemukakan bahwa dirinya menggeluti dunia terjun payung lantaran skydiving ada keberanian. "Yang menarik bagi saya adalah filosofi di balik skydiving, yakni keberanian, kebebasan, kepercayaan, dan kemampuan melampaui batas diri.
Namun, daya tarik terbesarnya adalah kesempatan untuk membangun sesuatu yang memiliki dampak lebih luas.
Fanny menceritakan bahwa Indonesia memiliki keindahan alam dan potensi wisata yang luar biasa. "Saya ingin dunia mengenal Indonesia bukan hanya sebagai destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga sebagai tujuan skydiving internasional yang aman, profesional, dan berkualitas," harapnya.
Bagi saya, ada kebanggaan tersendiri ketika sebuah visi dapat berkembang menjadi industri yang menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
"Saya percaya langit bukanlah batas dari sebuah mimpi. Justru di sanalah kita dapat melihat betapa luasnya peluang yang bisa kita ciptakan," terangnya.

.png)