TRAVEL

Aktivitas Wisata di Tanjung Lesung Ramai, Empat Pantai Favorit Wisatawan

post-img

PATADaily.id - Tanjung Lesung - Penulis: Gabriel Bobby
 
Aktivitas wisata di kawasan Tanjung Lesung masih berjalan normal, aman dan kondusif dikunjungi wisatawan. Seluruh fasilitas dan operasional kawasan berjalan normal. Mulai dari akomodasi, area pantai, hingga berbagai aktivitas rekreasi yang menjadi daya tarik pelancong.
 

Kondisi tersebut tetap berlangsung meskipun Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang terus dipantau oleh instansi terkait. Hingga saat ini, tidak terdapat dampak langsung terhadap masyarakat yang berwisata di dalam kawasan wisata maupun operasional kawasan Tanjung Lesung. 

Salah satu diantaranya ialah Yanuar (39), tamu asal Jakarta yang datang bersama rombongan keluarganya. Yanuar mengatakan bahwa dirinya tetap memilih Tanjung Lesung sebagai tujuan liburan karena rencana tersebut sudah disusun sejak jauh-jauh hari. Ia juga mengaku sempat memantau informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelum berangkat.

Setelah mengetahui jarak Tanjung Lesung dengan Gunung Anak Krakatau sekitar 50–60 kilometer dan berada di luar radius berbahaya, ia memutuskan tetap melanjutkan rencana liburannya bersama keluarga. 

"Awalnya kami sempat mencari informasi dulu terkait erupsi ini. Setelah mengetahui lokasinya cukup jauh dari Tanjung Lesung, kami tetap melanjutkan rencana liburan. Sampai sekarang suasananya normal dan anak-anak juga menikmati liburannya," kata Yanuar yang menginap di Villa Bora di Tanjung Lesung Beach & Hotel. 

Secara Geografis, Tanjung Lesung berada di luar radius bahaya 

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, per 11 September 2026, periode pukul 06.00 hingga pukul 12.00 WIB, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).  

Dalam laporan tersebut, PVMBG mencatat kondisi cuaca cerah hingga berawan dengan angin lemah hingga sedang ke arah barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 26,5–29,5°C dengan kelembapan 67–83 persen. 

Gunung api teramati dengan kondisi kabut 0–III dan asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, dengan ketinggian sekitar 10–50 meter dari puncak. 

Penyusun laporan PVMBG, Fahrul Roji, A.Md., merekomendasikan, masyarakat, pengunjung atau wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau serta tetap mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat. 

Di sisi lain, dijelaskan oleh Dr. Ir. Mochamad Nugraha Kartadinata, selaku Penyelidik Bumi Madya dari Badan Geologi, Kementerian ESDM RI, bahwa Tanjung Lesung berada sekitar 50 kilometer dari kawasan Gunung Anak Krakatau, atau berada di luar radius 3 kilometer yang direkomendasikan untuk tidak didekati atau dilakukan aktivitas oleh wisatawan dan masyarakat. 

“Krakatau bukan hanya memiliki sejarah geologi yang luar biasa, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan alam dan potensi pariwisata Banten. Dengan mengikuti ketentuan serta pemantauan resmi pemerintah, Tanjung Lesung bisa menjadi destinasi wisata yang  nyaman dan aman untuk dikunjungi, ” kata Dr. Ir. Mochamad Nugraha Kartadinata, yang datang bersama Dr. Eng. Ir. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T., Ahli Gunung Api dari ITB di Tanjung Lesung Beach & Resort, KEK Tanjung Lesung dalam keterangan pers resmi belum lama ini.

“Karena radius yang tidak boleh dimasuki untuk beraktivitas hanya 3 kilometer dari pusat erupsi. Jadi, kalau mau datang untuk berwisata, saya kira tidak masalah,” tambah Dr. Ir. Mochamad Nugraha Kartadinata. 

Aktivitas wisata tetap berjalan normal 

Sementara itu, manajemen Tanjung Lesung terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BMKG, PVMBG, serta instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memperoleh informasi terkini dari sumber resmi.
 

Banten menawarkan lebih dari sekadar Krakatau 

Bagi pelancong yang ingin menjelajah ke Gunung Anak Krakatau, tak perlu berkecil hati. Sebab, dunia mengenal Banten tak hanya karena Krakatau, tapi sebagai kawasan yang memiliki kombinasi langka, yaitu sejarah dunia, keanekaragaman hayati, budaya asli, industri modern, dan wisata bahari.
 
Mulai dari eksplorasi sejarah Kesultanan Banten di Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama. Ada pula Desa Baduy yang unik, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dengan aktivitas snorkeling, trekking, dan susur sungai, hingga wisata bahari di empat pantai cantik Tanjung Lesung.
 
Berbagai pengalaman tersebut dapat dijangkau dari Tanjung Lesung dalam waktu kurang dari 2 jam. 
 
 
 
 
 
 

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side