TRAVEL

Workshop Penulisan DWP Kementerian Ekraf Buka Peluang Ekonomi Berbasis Literasi bagi Perempuan

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Workshop Penulisan sebagai bagian dari upaya penguatan literasi perempuan dan pengembangan talenta ekonomi kreatif dalam rangka Ramadan Kreatif. Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu menegaskan bahwa literasi dan kepenulisan merupakan fondasi penting dalam ekonomi kreatif yang bertumpu pada ide dan kreativitas.

“Data International Publishers Association menunjukkan lebih dari 50 persen pemimpin penerbitan di Inggris adalah perempuan, dan di Amerika Serikat sekitar tiga perempat tenaga kerja sektor ini juga perempuan. Ini membuktikan bahwa kepenulisan adalah ruang strategis kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan,” ujar Agustini saat memberikan sambutan dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta pada Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menambahkan, peran perempuan dalam membangun budaya literasi keluarga sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Selain berdampak sosial, aktivitas menulis juga memiliki nilai ekonomi yang semakin relevan di era digital dan menjadi bagian dari ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth Indonesia.

Agustini menekankan bahwa subsektor penerbitan dan fotografi menjadi salah satu prioritas pengembangan Kementerian Ekraf. Hingga 2029 mendatang, pemerintah menargetkan pembinaan 4.000 talenta di subsektor ini sebagai bagian dari strategi penguatan sumber daya manusia ekonomi kreatif nasional.

Sementara itu, Ketua DWP Kementerian Ekraf Siti Nurjanah Cecep Rukendi menyampaikan bahwa menulis bukan sekadar keterampilan, melainkan sarana meninggalkan jejak gagasan dan nilai. Ia berharap workshop ini mendorong peserta untuk berani memulai dan konsisten berkarya, seiring berkembangnya industri kreatif yang membutuhkan narasi kuat untuk film, animasi, komik, hingga gim.

“Melalui tulisan, kita bisa berbagi pengalaman dan menginspirasi banyak orang. Cerita pendek menjadi pintu masuk yang efektif untuk mulai menulis karena mampu menyampaikan makna secara ringkas namun kuat,” ujarnya.

Workshop menghadirkan Founder & CEO KBM App Isa Alamsyah yang membagikan strategi membangun ekosistem kepenulisan digital serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), dalam proses kreatif. Menurut Isa, AI dapat menjadi alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, selama penulis tetap memegang kendali atas gagasan dan arah cerita.

“AI membantu mempercepat proses, tetapi kreativitas dan nilai tetap berasal dari penulis,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, peserta menanyakan batasan etika dalam penulisan digital serta cara menjaga idealisme di tengah tuntutan pasar. Menanggapi hal tersebut, Isa menegaskan bahwa platform tetap memiliki standar konten yang jelas, dan penulis memiliki ruang untuk menyeimbangkan idealisme dengan preferensi pembaca.

“Penulis bisa membaca respons pembaca secara real time, namun keputusan tetap ada pada penulis. Adaptif tanpa kehilangan jati diri adalah kuncinya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekraf bersama Dharma Wanita Persatuan mendorong lahirnya lebih banyak penulis perempuan yang tidak hanya memperkuat budaya literasi, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif nasional dan penguatan ekosistem kreatif Indonesia. (Gabriel Bobby)

 

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side