Destination

Wamen Ekraf: Kampus Pusat Inovasi dan Lahirnya Ide Kreatif

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa ekonomi kreatif harus mampu menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang nyata. Salah satu sumbernya disebut Wamen Ekraf adalah dari perguruan tinggi.

“Buat saya, ekonomi kreatif itu yang penting mampu menciptakan sesuatu yang memiliki nilai finansial sekaligus memberikan dampak nyata. Kampus dapat menjadi sebuah sandbox untuk langsung bersentuhan dengan real life dan dosen maupun pengajar menjadi mentor bagi anak-anak,” ujar Wamen Ekraf saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Rakornas Asprodi DKV) 2026 di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, Kamis (21/5/2026).

Mengusung tema ‘Akselerasi Peran Pendidikan DKV yang Unggul, Berdampak Nyata, dan Berkelanjutan dalam Memperkuat Ekonomi Kreatif Nasional’, forum koordinasi nasional itu mempertemukan ketua prodi DKV, dosen, akademisi, serta pemangku kepentingan industri kreatif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bersama untuk menyusun langkah strategis dalam pengembangan pendidikan DKV yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif nasional.

Wamen Ekraf menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai ruang pengembangan talenta kreatif yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan. Wamen Ekraf juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan industri agar hasil pendidikan kreatif dapat memberikan dampak langsung bagi daerah serta menjadi ruang aktualisasi bagi para kreator muda.

“Kita harus benar-benar mengekstraksi potensi kreatif terbaik dari setiap individu dan bergotong royong menghadapi tantangan global. Hal itu harus dimulai dari kampus, karena kampus adalah pusat inovasi dan ruang lahirnya ide-ide paling murni,” jelasnya.

Menurut Wamen Ekraf, penguatan pendidikan kreatif berbasis praktik dan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas. Melalui pendekatan tersebut, talenta muda tidak hanya mampu menghasilkan karya estetis, tetapi juga menciptakan solusi kreatif yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Rektor Universitas Dian Nuswantoro, Pulung Nurtantio Andono, mengatakan perkembangan teknologi membawa masyarakat memasuki era immersive experience, artificial intelligence, virtual interaction, digital twin, hingga meta fresh ecosystem. Karena itu, Udinus memperkenalkan Next Generation Experience Learning Platform bernama Dinusverse. Dinusverse merupakan konsep kampus digital berbasis AI dan ekosistem virtual yang menghadirkan pembelajaran, kreativitas, interaksi, hingga pengalaman perkuliahan secara lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan.

“Next generation experience learning platform itu kita bentuk dalam suatu pembelajaran berbasis game. Platform-nya menggunakan Roblox. Kemudian di dalam Udinus First nanti, mahasiswa akan melakukan absensi melalui Roblox yang terhubung dengan kehidupan nyata. Jika mahasiswa memperoleh prestasi, misalnya atlet basket yang menjadi juara satu tingkat nasional, maka emblem juaranya akan menempel di avatarnya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa karakter dalam Roblox tersebut dapat menjadi portofolio digital yang nantinya diubah menjadi NFT dan disimpan melalui teknologi blockchain. Selain itu, Udinus juga menjadi kampus pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi blockchain pada ijazah beserta transkrip nilai.

 

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side