PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Didukung oleh principal Unitree dari China sebagai mitra strategis, PT Sari Teknologi Global (STG) bersama beberapa asosiasi terkait bidang robotik dan AI melakukan kick-off Program Sertifikasi AI Humanoid Nasional.
Menariknya inisiatif ini menjadi terobosan yang sangat berarti dunia robotika dan AI di Indonesia. Visi tersebut sebagaimana disampaikan oleh Dr(cand). Ir Yohanes Kurnia Widjaja, ST, MMSI, selaku CEO perusahaan terebut adalah ikut berkontribusi mencetak 1 juta inovator di Indonesia yang menjadi sebuah visi besar yang tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi tentang membangun kualitas dan kapasitas bangsa yang maju.
Visi ini diperkuat oleh Jahja B Soenarjo, Komisaris Utama perusahaan yang juga Ketua Umum CEO Business Forum Indonesia, dengan inisiatif langkah nyata untuk membangun ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir, membentuk konsorsium inklusif dengan pendekatan pentahelix sesuai peran masing-masing, serta dapat mendorong lahirnya humanoid karya anak bangsa.
Jahja memandang arah ini sebagai langkah yang tepat. "Saya secara pribadi sejalan dan mengamini visi tersebut yang dijalankan bersama sejumlah asosiasi dan pihak dunia pendidikan," kata Jahja dalam keterangan pers resmi, Selasa (30/6/2026).
Adaapun salah satu langkah konkret yang sangat penting adalah inisiatif untuk membangun model ekosistem berlandaskan SDG (Sustainable Development Goals), sebuah acuan bersama agar pengembangan AI humanoid tidak hanya cepat, tetapi juga benar, terukur, dan memiliki arah yang jelas serta bertanggungjawab. "Karena ke depan, tantangannya bukan hanya siapa yang paling cepat, tetapi juga yang menjalankan dengan benar dalam membangun," ujar Jahja.
"Pada akhirnya, teknologi yang kita bangun akan hadir dan hidup di tengah masyarakat, dalam konteks teknologi, menjadi “benar” berarti berani memastikan bahwa setiap inovasi dibangun dengan standar yang tepat, memberikan manfaat yang jelas, dan mengedepankan aspek “bermanfaaat secara positif” bagi manusia".
"Melalui kolaborasi pentahelix, kita tidak hanya membangun ekosistem teknologi. Kita sedang menentukan arah industri berbasis AI. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna dan mengikuti arus, namun juga mampu menentukan arah bagi negara ini maupun diperhitungkan di kancah dunia," paparnya.
Dan semua itu harus dimulai dari satu prinsip yang sama: bertumbuh dengan benar, bukan hanya dengan cepat.
”Saya selalu percaya satu hal, menjadi orang baik lebih mudah daripada menjadi orang benar, jadilah warganegara yang baik, benar dan bermanfaat bagi bangsa ini”, tambah Jahja yang juga pengurus di DPN APINDO.

.png)