Penulis: Gabriel Bobby
PATADaily.id - Ambon - Pemerintah diketahui menetapkan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan berkaitan dengan Hari Kartini.
Shierly Nangoy selaku CEO & Founder Sinergia Group adalah sosok Kartini modern yang mendukung penetapan bulan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan. Menurutnya, hal tersebut adalah langkah yang sangat relevan dan bermakna.
"Semangat R A Kartini bukan hanya tentang kesetaraan akses pendidikan, tetapi juga tentang keberanian perempuan untuk berdaya, mandiri, dan berkontribusi nyata. Bagi kami di industri kecantikan dan gaya hidup, ini menjadi pengingat bahwa pemberdayaan perempuan harus terus diwujudkan, bukan hanya sebagai simbol, tetapi melalui aksi nyata mulai dari menciptakan lapangan kerja hingga mendorong perempuan percaya diri menjadi versi terbaik dirinya," paparnya ketika dihubungi PATADaily.id, Kamis (9/4/2026).
Adapun pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan merupakan arah baru dalam peringatann Hari Kartini. Ya, mulai 2026 ini, peringatan Hari Kartini tidak lagi sekadar simbolik. Tak bisa dipungkiri sanggul dan kebaya tetap penting sebagai identitas budaya. Tetapi, esensi utama memperingati Hari Kartini adalah bagaimana memberikan pemberdayaan dan ruang aktualisasi yang lebih luas kepada perempuan.
Ia mengatakan, selama ini dirinya dikenal memberikan perhatian untuk mengembangkan Hallo Salon Indonesia, koleksi hair color & style trend 2026 bertema Hair Djiva yang hadir di Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin, 6 April dan di Ambon, Maluku, Kamis, 9 April 2026.
"Kegiatan ini merupakan kolaborasi By Ilvasto Hair Color dan Sinergia Laccademia," katanya. Shierly selama ini diketahui gencar melakukan pembinaan UMKM salon kecantikan di Tanah Air.
Shierly mengungkapkan bahwa perempuan Indonesia saat ini menunjukkan peran yang semakin strategis dalam sektor bisnis nasional. "Kita melihat banyak perempuan menjadi pengusaha, pemimpin, hingga inovator di berbagai industri, termasuk kecantikan dan fashion. Mereka tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap pasar dan tren konsumen. Perempuan juga kuat dalam membangun brand yang autentik dan dekat dengan pelanggan. Ini adalah aset besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," terangnya.
Menurutnya, perempuan dinilai mampu tampil untuk memperkuat sektor perekonomian nasional. "Saya sangat sepakat. Perempuan memiliki kontribusi signifikan dalam menggerakkan ekonomi, baik melalui UMKM maupun perusahaan besar. Dalam industri kami, banyak pelaku usaha perempuan yang menjadi tulang punggung bisnis mulai dari produksi, pemasaran, hingga distribusi. Ketika perempuan diberi akses, pelatihan, dan kesempatan, dampaknya sangat luas, tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan keluarga dan komunitas," urainya.
Shierly menjelaskan bahwa perempuan diketahui memegang peran penting dalam keluarga ketika akan traveling ke suatu destinasi wisata. "Peran ini sangat nyata. Dalam banyak keluarga, perempuan sering menjadi decision maker untuk hal-hal seperti pemilihan destinasi wisata, budgeting, hingga kebutuhan selama perjalanan," ujarnya.
Jadi, lanjutnya, ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan perencanaan yang baik dan perhatian terhadap detail. Bagi industri kecantikan, lanjutnya dan gaya hidup, ini juga menjadi peluang untuk menghadirkan produk yang praktis, multifungsi, dan sesuai dengan kebutuhan perempuan aktif, termasuk saat traveling.
Shierly rupanya menyimpan harapan besar terhadap perempuan Indonesia. "Harapan saya, perempuan Indonesia terus berani bermimpi besar dan mengambil peran lebih luas, baik di ranah profesional maupun personal. Penting juga untuk terus meningkatkan kapasitas diri, saling mendukung, dan tidak takut menghadapi perubahan. Saya percaya perempuan Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi penggerak utama kemajuan bangsa dengan tetap menjaga nilai, empati, dan kekuatan khasnya," jelasnya.

.jpg)
.jpg)