PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menandai perjalanan 51 tahunnya dengan menghadirkan rangkaian program yang berfokus pada pelestarian budaya Indonesia secara berkelanjutan melalui tema “Preservasi Budaya Tanpa Henti.”
Selama lebih dari lima dekade, TMII telah menjadi ruang representasi keberagaman budaya Indonesia. Memasuki usia ke-51, TMII terus bertransformasi sebagai ekosistem budaya yang hidup, tidak hanya menjaga warisan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang relevan dan dapat dinikmati lintas generasi.
Adapun rangkaian program yang berlangsung pada 18, 19, 24, 25, dan 26 April 2026 menghadirkan berbagai aktivitas berbasis budaya yang partisipatif, sekaligus menjadi momentum bagi TMII untuk menargetkan kunjungan mencapai 100.000 pengunjung selama periode penyelenggaraan.
Salah satu highlight utama adalah pagelaran tari Gelora Nusantara dari 34 provinsi yang melibatkan 1.000 penari dan memecahkan rekor MURI, serta berbagai kegiatan seperti Experience Bali in a Day, Icip-Icip Nusantara, Kecak Glow in The Dark, Shinta Obong, hingga Gunungan Hasil Bumi.
Seluruh program dirancang untuk menghadirkan budaya dalam format yang lebih dekat, interaktif, dan bermakna. Selain itu, sejumlah program turut hadir melalui dukungan dan kolaborasi mitra, termasuk konser musik Gegap Gempita Nusantara yang diinisiasi oleh Anjungan DKI dan Taman Cahaya oleh Kementerian Kebudayaan sebagai bagian dari kontribusi dalam menghidupkan pengalaman budaya di TMII.
Komitmen Pelestarian Budaya yang Berdampak
Sebagai bagian dari Holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney, TMII memiliki peran penting dalam penguatan destinasi pariwisata berbasis budaya di Indonesia.
"Sebagai strategic holding BUMN, InJourney memandang TMII bukan sekadar destinasi wisata, melainkan instrumen penguatan identitas bangsa dan sebagai platform nation branding Indonesia,” ujar Senior Vice President Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan.
Yudhistira menambahkan bahwa revitalisasi TMII yang dilakukan beberapa tahun belakangan ini tak hanya menyentuh aspek fisik, namun juga transformasi secara fundamental dari tata kelola, kurasi program, dan digitalisasi layanan.
"Hal ini tentu kami lakukan agar TMII kembali pada marwahnya sebagai “Showcase of Indonesia” yang modern namun tetap relevan. Ke depan, kami juga berharap TMII semakin kokoh sebagai destinasi budaya unggulan yang menghadirkan pengalaman bermakna serta dalam memperkuat ekosistem pariwisata nasional,” terangnya.
Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang Richard Panutur, menekankan bahwa preservasi budaya merupakan fondasi utama dalam pengembangan destinasi yang berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari destinasi yang dikelola oleh IDM, kami melihat bahwa preservasi budaya tidak hanya sebagai upaya menjaga warisan, tetapi juga menjadi urat nadi yang menggerakkan ekosistem pariwisata secara keseluruhan," terangnya.
Budaya, lanjutnya, memberikan identitas, menghadirkan pengalaman yang autentik bagi pengunjung serta memperluas potensi peningkatan kesejahteraan bagi komunitas yang ada. "Melalui TMII, kami mendorong pendekatan yang lebih relevan dan inklusif, dengan melibatkan komunitas, seniman, serta pelaku ekonomi kreatif agar budaya tidak hanya ditampilkan, tetapi benar-benar dihidupkan. Dengan demikian, pariwisata tidak hanya menjadi ruang kunjungan, tetapi juga ruang interaksi, pembelajaran, dan pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.” ujarnya.
Sementara Plt Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar momentum tahunan, tetapi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga dan menghidupkan budaya Indonesia.
“Melalui semangat Preservasi Budaya Tanpa Henti, kami ingin memastikan bahwa budaya tidak berhenti sebagai warisan, tetapi terus hidup, dimaknai, dan diwariskan lintas generasi. TMII hadir sebagai ruang di mana masyarakat tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan dan terlibat langsung dengan budaya Indonesia.” ujarnya dalam press conference di TMII di Jakarta Timur, Sabtu (18/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa TMII berupaya menghadirkan dampak yang lebih luas melalui pelibatan seniman, komunitas, serta pelaku UMKM dalam setiap program yang diselenggarakan. Melalui rangkaian program ini, TMII menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang budaya yang hidup, yang tidak hanya menjaga warisan, tetapi juga menghadirkan dampak, memperkuat jati diri bangsa, serta menjadi sumber pembelajaran dan kebanggaan bagi generasi masa kini dan mendatang.

.jpg)
.jpg)