CULTURAL/HERITAGE

Ratri Paramita, TMII tak Hanya untuk Destinasi Wisata Berlibur tapi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Perayaan HUT ke-81 RI mengusung tema 'Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur'. Tema tersebut menjadi gambaran arah pembangunan nasional dengan menekankan nilai kemandirian bangsa, pemerataan keadilan, serta kesejahteraan masyarakat.

Plt Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Ratri Paramita mengemukakan bahwa pariwisata tentu bisa memberikan dampak pemerataan dan kesejahtraan bagi masyarakat sebab memiliki multiplier effect yang sangat besar karena manfaatnya dirasakan oleh banyak sektor sekaligus.

"Ketika sebuah destinasi berkembang, yang tumbuh bukan hanya jumlah kunjungannya, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Mulai dari pelaku UMKM, seniman, pengrajin, komunitas budaya, hingga pekerja kreatif semuanya ikut bergerak bersama. Di TMII, kami berupaya menciptakan ekosistem yang memberi ruang bagi berbagai pihak untuk berkembang. Kami menghadirkan panggung bagi para seniman dari berbagai daerah untuk menampilkan karya terbaiknya, membuka kesempatan bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar, serta menghadirkan berbagai kolaborasi yang melibatkan komunitas," jelasnya kepada PATADaily.id, Selasa (4/8/2026).

Dengan cara itu, lanjutnya, pariwisata tidak hanya menjadi tempat orang berlibur, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sekaligus sarana pelestarian budaya. Ketika manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Maka di situlah kita sedang mewujudkan semangat Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur,'" ucapnya.

Ia meyakini budaya memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar warisan. Menurutnya, budaya adalah identitas bangsa sekaligus sumber ekonomi yang berkelanjutan apabila dikelola dengan baik. "Setiap pertunjukan budaya, karya kriya, kuliner tradisional, hingga wastra Nusantara melibatkan banyak pelaku di belakangnya. Ketika budaya diapresiasi dan dinikmati masyarakat maupun wisatawan, maka manfaat ekonominya juga mengalir kepada para seniman, perajin, komunitas adat, dan generasi muda yang memilih untuk terus melestarikannya. Di TMII, kami melihat hal tersebut setiap hari. Beragam pertunjukan seni dan budaya, festival daerah, hingga aktivitas di anjungan daerah menjadi ruang bagi budaya untuk tetap hidup sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pelakunya," paparnya.

Jadi, lanjutnya, melestarikan budaya bukan hanya menjaga identitas bangsa, tetapi juga membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat. Ratri rupanya memilik harapan untuk negeri ini. "Harapan saya sederhana, semoga Indonesia semakin maju tanpa kehilangan jati dirinya. Kita memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, sehingga tantangannya bukan hanya bagaimana menjaganya, tetapi juga bagaimana menjadikannya sebagai kekuatan yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,' terangnya.

Saya, lanjutnya, juga berharap semakin banyak generasi muda yang bangga terhadap budaya Indonesia dan ikut berperan dalam melestarikannya. "Karena ketika budaya terus hidup, kita bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mewariskan identitas bangsa kepada generasi berikutnya".

Ratri menuturkan bahwa Indonesia sebenarnya sudah memiliki modal yang sangat kuat, yaitu kekayaan alam dan budaya yang tidak dimiliki banyak negara. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, mudah diakses, aman, nyaman, dan memiliki cerita yang berkesan bagi wisatawan.

"Selain pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan, menurut saya kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah, pengelola destinasi, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat perlu bersama-sama membangun citra Indonesia sebagai destinasi yang ramah, autentik, dan berkelas. Kami selalu berupaya menghadirkan pengalaman menikmati Indonesia dalam satu kawasan melalui berbagai pertunjukan budaya, museum, anjungan daerah, hingga berbagai program edukatif. Harapannya, TMII dapat menjadi salah satu etalase budaya Indonesia yang mampu menarik minat wisatawan mancanegara untuk mengenal Indonesia lebih jauh, bahkan mendorong mereka mengunjungi langsung berbagai daerah asal budaya tersebut," ungkapnya.

Ia mengaku senang mengenakan batik, wastra maupun kebaya pada berbagai kesempatan karena mencerminkan identitas, nilai, dan kekayaan budaya Indonesia. "Setiap motif memiliki cerita dan filosofi yang membuat saya semakin bangga menjadi bagian dari bangsa ini. Saya juga sering sekali menikmati berbagai pertunjukan seni tradisional. Di TMII, kita bisa menyaksikan beragam pertunjukan budaya dari berbagai daerah, mulai dari Tari Kecak, sendratari, kisah Sangkuriang, wayang, hingga berbagai pagelaran musik dan tari Nusantara lainnya," tuturnya.

Menurutnya, pertunjukan-pertunjukan seperti ini menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenal Indonesia sekaligus membuktikan bahwa budaya kita memiliki kualitas yang mampu memikat masyarakat dunia.

"Budaya akan tetap hidup apabila kita tidak hanya menjaganya, tetapi juga menikmatinya, mempelajarinya, dan bangga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya.

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side