FESTIVAL

Lana T Koentjoro: Perempuan Indonesia Harus Tampil Sebagai Kekuatan Bangsa

post-img

PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby

Penetapan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan dinilai bukan sekadar simbol penghormatan terhadap semangat Hari Kartini, tetapi juga momentum penting untuk menegaskan kembali posisi strategis perempuan Indonesia dalam pembangunan bangsa.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T Koentjoro, yang menilai bahwa perempuan Indonesia saat ini tidak lagi hanya berada di ruang domestik, melainkan telah menjadi bagian penting dari penggerak ekonomi, pendidikan, sosial budaya, hingga ketahanan nasional.

Menurut Lana, semangat Kartini harus dimaknai lebih luas dalam konteks kekinian, yakni sebagai dorongan untuk membuka ruang yang lebih besar bagi perempuan agar mampu tampil, berdaya, dan berkontribusi secara nyata dalam berbagai sektor kehidupan.

“Bulan April sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan memiliki makna yang sangat penting. Ini bukan hanya tentang mengenang perjuangan Kartini, tetapi tentang bagaimana kita melanjutkan semangat itu dalam bentuk keberanian, kemandirian, kepemimpinan, dan kontribusi nyata perempuan Indonesia hari ini,” ujar Lana T Koentjoro kepada PATADaily.id di Sekretariat PIM di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Lana menilai, salah satu wajah paling nyata dari kebangkitan perempuan Indonesia saat ini terlihat dalam sektor bisnis dan perekonomian nasional.

Ia mengatakan, di berbagai daerah, perempuan semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai pelaku usaha, penggerak UMKM, pemimpin organisasi, profesional, hingga pengambil keputusan yang berkontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi keluarga maupun pembangunan nasional.

Menurutnya, perempuan Indonesia telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya pelengkap dalam sistem ekonomi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan global, perubahan teknologi, dan dinamika sosial yang terus berkembang.

“Perempuan Indonesia hari ini telah membuktikan diri mampu tampil sebagai kekuatan ekonomi bangsa. Mereka hadir di sektor usaha, perdagangan, industri kreatif, pendidikan, pertanian, hingga teknologi. Ini menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek utama yang ikut menentukan arah masa depan Indonesia,” tegas Lana.

Ia menambahkan, ketika perempuan diberi akses, kepercayaan, dan ruang untuk berkembang, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu perempuan itu sendiri, tetapi juga akan memperkuat keluarga, komunitas, dan struktur ekonomi nasional secara lebih luas.

Bagi Lana, pemberdayaan perempuan harus ditempatkan sebagai agenda strategis nasional, bukan sekadar isu sosial atau seremoni tahunan.

Ia menegaskan bahwa bangsa yang ingin maju harus memastikan perempuan mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan, ekonomi, kepemimpinan, serta akses terhadap perubahan zaman, termasuk dalam menghadapi era digital dan revolusi teknologi.

“Pemberdayaan perempuan bukan agenda pinggiran. Ini adalah investasi masa depan bangsa. Ketika perempuan tumbuh, mandiri, cerdas, dan berdaya, maka bangsa ini juga akan tumbuh lebih kuat, lebih sehat, dan lebih siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Lana juga menyoroti bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu, perempuan Indonesia tidak cukup hanya didorong untuk mandiri secara ekonomi, tetapi juga harus dipersiapkan untuk mengambil peran strategis dalam isu-isu besar yang menyangkut masa depan bangsa.

PIM Siapkan Forum Nasional Perempuan

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong peran perempuan Indonesia, Perempuan Indonesia Maju (PIM) akan menyelenggarakan Forum Nasional Perempuan yang mengusung tema “Peran Perempuan dalam Menjaga Ketahanan Bangsa”

Forum ini dirancang sebagai ruang konsolidasi gagasan, penguatan jaringan, dan perumusan kontribusi perempuan dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan.

Menurut Lana, forum yang akan berlangsung pada 6-7 Mei mendatang di Auditorium Gedung Manggala Wana Bhakti Kementrian Kehutanan tersebut akan membahas secara lebih luas bagaimana perempuan dapat memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan bangsa di berbagai bidang strategis.

“Kami ingin perempuan Indonesia tidak hanya bicara soal kesetaraan, tetapi juga soal kontribusi nyata dalam menjaga masa depan bangsa. Karena itu, forum ini akan menempatkan perempuan sebagai aktor penting dalam berbagai sektor strategis nasional,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, PIM akan mengangkat sejumlah isu penting peran perempuan, antara lain: ketahanan ekonomi, pendidikan dan penguatan kapasitas perempuan di era Artificial Intelligence (AI) dan teknologi informasi, peran perempuan dalam sektor kehutanan dan lingkungan, serta kontribusi perempuan dalam menjaga budaya dan ketahanan keluarga. 

Lana menilai, perempuan Indonesia harus dipersiapkan untuk mampu menjawab perubahan zaman, termasuk tantangan teknologi, perubahan struktur kerja, ancaman sosial, hingga isu keberlanjutan lingkungan.

Di momentum Bulan Pemberdayaan Perempuan ini, Lana T Koentjoro menyampaikan harapannya agar perempuan Indonesia semakin percaya diri, berani tampil, dan tidak ragu mengambil peran dalam ruang-ruang strategis.

Ia juga berharap negara, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa terus membuka ruang yang lebih luas bagi tumbuhnya kepemimpinan perempuan Indonesia.

“Harapan kami, perempuan Indonesia harus semakin maju, mandiri, cerdas, dan berdaya. Perempuan harus berani tampil, mengambil peran, dan menjadi bagian dari solusi bangsa. Indonesia membutuhkan perempuan-perempuan yang kuat, visioner, dan memiliki semangat untuk membangun negeri,” tegas perempuan berdarah Kawanua.

Bagi PIM, bulan April harus menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perempuan Indonesia bukan hanya simbol perjuangan masa lalu, tetapi juga kekuatan besar masa kini dan masa depan bangsa.

“Semangat Kartini hari ini harus hidup dalam tindakan nyata. Perempuan Indonesia harus menjadi pelopor perubahan, penjaga nilai, penggerak ekonomi, dan pilar ketahanan bangsa,” pungkasnya.

Artikel Lainnya

Banner of PATA - Left Side
Banner of PATA - Right Side