PATADaily.id - Jakarta - Penulis: Gabriel Bobby
Saat ini Jamu Brama terus berkembang dan juga menambah lini produk yaitu Kukusan Nusantara. Hal tersebut disampaikan Tri Karta Brama, seorang entrepreneur dan founder Jamu Brama. "Ide awalnya muncul pada tahun 2025 ketika makanan kukusan tradisional kembali cukup populer. Saya melihat ada kecocokan antara kukusan dengan jamu, karena keduanya sama-sama dekat dengan konsep makanan dan minuman tradisional yang lebih natural. Dari situ saya mencoba mengembangkan Kukusan Nusantara sebagai pendamping Jamu Brama," paparnya kepada PATADaily.id, Minggu (20/9/2026).
Brama mengaku bersyukur dengan potensi bisnis Jamu Brama dan Kukusan Nusantara yang prospektif kedepannya. “Alhamdulillah, sejauh ini prospeknya cukup baik. Kami melihat jumlah peminat terus bertambah dan masyarakat semakin terbuka dengan produk tradisional yang dikemas lebih modern. Tentunya ke depan kami ingin terus menjaga kualitas sekaligus melakukan inovasi agar kedua brand ini bisa terus berkembang," tuturnya ketika ditemui di Pintu 5 Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Menjelang akhir tahun, Brama mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan pelayanan dan produk yang konsisten. "Untuk tahun ini, kami sudah melakukan beberapa pengembangan. Jamu Brama menambah satu kiosk di Teras Nusantara, Lippo Icon Cibubur. Kemudian untuk Kukusan Nusantara, kami juga menambah satu titik penjualan di Pintu 5 GBK. Target saya sebenarnya sederhana, bukan hanya menambah tempat jualan, tapi bagaimana setiap titik bisa berjalan dengan baik dan memberikan pelayanan serta produk yang konsisten," urainya.
Ia juga mengaku bersyukur Jamu Brama dan Kukusan Nusantara semakin disukai masyarakat. “Alhamdulillah, respons masyarakat sejauh ini sangat baik. Peminatnya terus bertambah dan beberapa titik penjualan juga mendapatkan respons yang sangat positif. Buat saya pribadi, ini menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas produk dan mendengarkan apa yang dibutuhkan konsumen." jelasnya.
Brama mengatakan bahwa ada tantangan dalam mengelola Jamu Brama dan Kukusan Nusantara. "Tantangannya adalah tentu semakin banyaknya pelaku usaha dan persaingan yang semakin dinamis. Karena itu kami tidak hanya mengandalkan penjualan secara offline, tetapi juga mulai serius melakukan revolusi digital. Kami konsisten membuat konten setiap hari dan memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas. Salah satu fokus kami adalah bagaimana konten-konten tersebut bisa menjangkau lebih banyak orang melalui FYP," terangnya.

.png)