Laporan AI Developer Agoda 2026 mengupas bagaimana transisi ini mengubah cara kerja developer, bagamana organisasi mengelola biaya, dan di mana letak akuntabilitas manusia.
Dengan menghimpun masukan dari komunitas pengembang di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Vietnam, dan India, laporan ini menelaah berbagai peluang dan tantangan yang membentuk fase AI selanjutnya di pasar-pasar tersebut.
AI memberikan manfaat yang lebih besar, namun pengembang tetap memverifikasi hasilnya
Para pengembang merasakan peningkatan produktivitas yang lebih besar dari AI. Lebih dari separuh (55%) kini menghemat setidaknya 7 jam setiap minggu, dibandingkan dengan 18% pada tahun 2025. Kegunaan kode yang dihasilkan AI juga meningkat, dengan 62% menyatakan bahwa kode tersebut sering atau hampr selalu dapat digunakan tanpa perubahan besar.
AI juga semakin banyak digunakan dalam berbagai pekerjaan pengembangan, termasuk peninjauan kode, arsitektur, debugging, pembelajaran, dan dokumentasi. Namun, penilaian manusia tetap penting, dengan 86% responden masih meninjau atau memvalidasi hasil AI selalu atau hampir selalu.
AI agent semakin banyak digunakan, tetapi biaya menghambat adopsi
Lebih dari separuh (53%) responden mengatakan AI agent sudah digunakan dalam alur kerja produksi tertentu atau secara luas di organisasi mereka. Namun, hanya 38% yang menggambarkan codebase mereka sebagian besar atau sepenuhnya siap untuk AI agent yang sepenuhnya otonom.
Sebanyak 28% responden menyebutkan biaya sebagai hambatan utama dalam adopsi AI yang lebih luas, disusul kompleksitas integrasi (24%) dan kurangnya tata kelola (19%).
Laporan tersebut menemukan bahwa biaya AI tidak hanya mencakup pemanggilan model, tetapi juga pekerjaan yang diperlukan untuk merancang, mengintegrasikan, meninjau, dan memvalidasi agent. Empat dari lima responden mengatakan mereka saat ini bekerja dengan beberapa batasan penggunaan AI, seperti kuota token, batas penggunaan, atau pembatasan anggaran.
Otonomi semakin meningkat, akuntabilitas tetap di tangan manusia
Para pengembang terbuka untuk memberikan otonomi lebih kepada AI agent untuk pekerjaan berisiko rendah yang dapat dibatalkan, seperti dokumentasi. Namun seiring mendekati tahap produksi, kebutuhan akan pengawasan manusia meningkat, dengan 79% responden mengatakan bahwa mereka mewajibkan persetujuan manusia sebelum penerapan ke tahap produksi.AI juga mengubah peran pengembang. Arsitektur dan desain sistem, literasi AI, serta orkestrasi agent muncul sebagai keterampilan masa depan. Namun, transisinya tidak merata, dengan 49% pengembang pemula mengaku merasa kurang yakin terhadap prospek karier mereka di masa depan, dibandingkan dengan 16,7% responden yang merupakan CTO dan VP Engineering.
Idan Zalzberg, Chief Technology Officer di Agoda, menyampaikan, "Kecerdasan buatan membentuk ulang cara para pengembang di Asia Tenggara dan India dalam membangun, belajar, dan berkolaborasi. Sesuatu yang awalnya digunakan untuk mempercepat tugas-tugas individual kini berkembang menjadi perubahan yang lebih luas dalam cara perangkat lunak dibangun".
"Di berbagai industri, pengembang melihat peningkatan produktivitas yang semakin signifikan dan mulai menggunakan agent di lebih banyak bagian dari siklus pengembangan. Namun, kemampuan yang lebih besar membawa tanggung jawab baru. Biaya sesungguhnya bukan hanya pada pengadaan model, melainkan juga pada upaya yang diperlukan untuk membuat AI dapat dipercaya di tahap produksi. Organisasi yang akan unggul di fase berikutnya adalah organisasi yang dapat mengelola biaya dengan cermat, membangun perlindungan yang tepat, dan tetap menempatkan penilaian manusia pada hal-hal yang paling penting," tuturnya dalam keterangan pers resmi, Jumat (25/9/2026).
Studi ini diprakarsai oleh Agoda dan dilaksanakan bekerja sama dengan Macramé Consulting. Sebagai perusahaan perjalanan digital dan teknologi di kawasan ini, Agoda berkomitmen untuk mendukung talenta teknologi lokal, mendorong inovasi, dan berbagi wawasan yang membantu para pengembang dan organisasi membangun praktik AI yang bertanggung jawab.
Komitmen Agoda terhadap inovasi tidak hanya terbatas pada AI, tetapi juga mencakup penawaran lebih dari 6 juta properti liburan, lebih dari 130.000 rute penerbangan, dan lebih dari 300.000 aktivitas, yang semuanya dapat digabungkan dalam satu pemesanan.
Untuk nformasi lebih lanjut dan untuk mengunduh laporan gratis tersebut, kunjungi link AGODA AI DEVELOPER REPORT 2026.

.png)