PATADaily.id - Jakarta - KAI Services memberikan perhatian besar terhadap UMKM karena terbukti produk-produk UMKM yang merupakan produk dalam negeri bisa dijual langsung di kerea api maupun di Loko Cafe.
Hal tersebut disampaikan Krisna Arianto, Direktur Utama KAI Services menjawab PATADaily.id di Stasiun Gambir Jakarta, Selasa (24/2/2026). Krisna menuturkan, KAI Services membantu memasarkajn produk UMKM di atas kereta api dan Loko Cafe sebab potensi penumpang kereta api, terutama yang jarak jauh karena jumlah penumpang yang banyak.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dengan KAI Services untuk produk-produk UMKM bisa menguntungkan pelanggan kereta api sehingga bisa memberikan kemudahan bagi mereka bisa membeli langsung cemilan atau makanan di kereta api.
"Sementara untuk UMKM bisa menjual produknya, untuk pemerintah menjadi program, dan pelanggan banyak opsi untuk membeli makanan di kereta. Jadi, banyak benefit-nya," paparnya.
Menjelang Lebaran 2026, KAI Services bersama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) memperkenalkan produk makanan ringan dari UMKM binaan Kemendag. Kegiatan perkenalan ini dilaksanakan di Stasiun Gambir, Jakarta, pada Selasa (24/2/2026).
Direktur Utama KAI Services, Krisna Arianto, menyampaikan bahwa produk yang diperkenalkan merupakan hasil proses business matching dan termasuk produk pangan kemasan unggulan UMKM binaan Kemendag. Melalui kolaborasi ini, KAI Services berharap dapat memperkaya pengalaman pelanggan dengan menghadirkan ragam cita rasa khas Nusantara selama perjalanan menggunakan kereta api.
“Dalam kesempatan ini, kami ingin memperkenalkan produk-produk UMKM Kemendag yang akan dijual di Kuliner Kereta antara lain Pempek Crunchy, Kulit Ayam Krispy, dan Keripang Panggang. KAI Services juga akan melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan produk makanan ringan dari UMKM binaan Kemendag,” ujar Krisna kepada wartawan di Stasiun Gambir.
Krisna menjelaskan bahwa melalui jaringan bisnis KAI Services, produk UMKM pangan kemasan Kemendag dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas, baik di stasiun, di atas kereta, maupun melalui platform digital Railfood.
“Selain sosialisasi produk, kami juga akan menghadirkan berbagai gimmick untuk memperkenalkan produk UMKM, seperti konsep menikmati pempek dengan cara praktis tanpa mangkok—cukup membuka kemasan dan menuangkan bumbunya. Harapannya, pelanggan dapat merasakan pengalaman baru menikmati kuliner lokal selama perjalanan,” tambah Krisna.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan UMKM nasional agar semakin naik kelas melalui perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing produk. Dengan menghadirkan produk UMKM di ekosistem layanan kereta api, KAI Services turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat luas. (Gabriel Bobby)

.jpg)
.jpg)