President University Gelar Indonesia Content Creator Conference 2022

Share

Suasana hybrid Indonesia Content Creator Conference 2022 di President University

PATADaily.id – Content creator saat ini menjadi salah satu pilihan generasi muda yang tengah digandrungi. Selain menghasilkan kreator terbaik maka dari sisi cuan maupun penghasilan dianggap menjadi ladang utama untuk dilakukan di era digital dan Covid-19.

Segudang platform bermunculan di media sosial, hal ini tentu saja membuat generasi muda kian tertarik untuk menghasilkan sebuah karya untuk Indonesia. Nah, bagi kaum milenial yang ingin menambah pengetahuan soal conten creator ikut di ajang Indonesia Content Creator 2022 yang digelar President University secara hybrid, Sabtu (18/6/2022).

Menjadi content creator bukan semata-mata hanya dilakukan melalui video yang kemudian di-upload ke media sosial yang dimiliki seperti YouTube, Instagram, Twtitter, TikTok maupun aplikasi sosial media lainnya. Ternyata, melalui tulisan bisa menjadi sebuah content creator menarik yang bisa dilakukan.

Hal itu dilakukan oleh Miss Indonesia Tahun 2017, Achintya Nilsen. Di mana, menjadi seorang content creator tidak pernah terbenak dalam pemikirannya apalagi hobi menulis memang sudah digeluti sejak dirinya masih berusia 10 tahun.

“Usia aku 10 tahun sudah suka menulis, bermula dari suka traveling. Aku menulis awalnya suka susah untuk menuangkan apa yang ada di pemikiran untuk diutarakan melalui lidah dan bibir aku. Akhirnya tulisan menjadi sebuah wadah yang bisa aku tuangkan yang ada dalam pemikiran aku ini,” ujar Achintya Nilsen.

Menurutnya, melalui sebuah tulisan akhirnya dirinya bisa menjadi sebuah content creator yang tengah digeluti sekarang ini. Apalagi, dirinya sedang menimba ilmu di Amerika Serikat.

“Saat aku menulis disitu bisa mengeksplore segala sesuatunya apa yang aku rasakan sehingga bisa memberikan edukasi kepada orang lain, dan setiap tulisan yang aku buat kadang aku unggah di blog aku pribadi maupun di sosial media yang aku miliki,” ucapnya.

“Ternyata melalui tulisan bisa membuat banyak orang tertarik untuk membaca tulisan yang aku buat. Dari situlah, terbesit menjadi conten creator hingga hari ini,” katanya.

Tya, sapaan akrabnya ini kian menajamkan kesukaan menulis di bangku pendidikan yang tengah ditempuhnya, yaitu sinematografi.

“Dari tulisan, aku ingin mengasah bakat aku ini makanya aku mengambil sinematografi di Amerika, pendidikan yang sedang aku jalani saat ini,” tuturnya.

Selain Achintya Nilsen yang sukses menjadi content creator di tulisan, ada pula Zahid Ibrahim seorang conten creator profesional yang sukses menggagas ide-nya yang diolah dari sebuah video yang kemudian di-posting melalui YouTube.

Menurutnya, menjadi content creator banyak hal yang wajib diperhatikan sehingga konten yang dihasilkan bisa diminati banyak orang.

“Jadi conten creator itu paling utama harus fokus. Kenapa? karena conten yang dimiliki harus memiliki nilai spesifik, kemudian punya target yang diinginkan karena dari target inilah akan bisa diketahui seberapa banyak faktor usia, lalu genre kemudian jenis kelamin lalu dari negara mana saja yang melihat kreasi yang kita buat,” ucapnya.

Tak itu saja, dalam menjadi seorang content creator maka dibutuhkan konsistensi. Hal ini tentu kerap menjadi kendala bagi seorang conten creator dalam menghasilkan sebuah karya.

“50 video pertama itu menjadi hal wajib dalam membuat sebuah conten, setelah itu fokus pada kualitas dan kuantitas. Jika sudah konsisten maka bisa meningkatkan kualitas terbaik, jangan baru upload 10 video sudah mempertanyakan “kok conten yang dibuat enggak ada hasilnya”,” katanya lagi.

Terakhir, perhatikan soal waktu. Problema ini belum banyak diketahui oleh para pembuat konten. Pasalnya, sistem algoritma sebuah teknologi akan membaca soal waktu yang kita mainkan sebagai content creator.

“Dunia digital itu bermain dengan algoritma teknologi, sehingga waktu sangat dibutuhkan. Misalkan, waktu meng-upload sering dilakukan pada pagi dan siang hari maka waktu tersebut harus dilakukan setiap saat. Jangan memiliki waktu yang berbeda-beda,” tuturnya. (Gabriel Bobby)

Share