Kill Covid-19 Hadir di Kebaya ke UNESCO

Share

Tim medis Kill Covid-19 dengan Addie MS (Ist)

PATADaily.id – Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) dan Pertiwi Indonesia menggelar jalan santai Berkebaya di sepanjang jalan Sudirman, Minggu, 19 Juni 2022.

Kill Covid-19 siap di Kebaya ke UNESCO (Ist)

Adapun acara ini diadakan sebagai bentuk dukungan untuk mendaftarkan kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya tak Benda asal Indonesia.

Dr dr Rita Kusriastuti, MSc selaku Direktur Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang Ditjen P2P Kemenkes (topi putih) dan dokter-dokter spesialis dari FKUI/RSCM (Ist)

Jalan santai bertajuk CFD Berkebaya tersebut dimulai di halaman Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset & Teknologi, dan berakhir di Bundaran Hotel Indonesia. Sebanyak 2500 peserta mendaftar secara online, baik secara pribadi maupun dari berbagai organisasi perempuan.

“Dalam Kongres Berkebaya Nasional yang diadakan PBI tahun lalu, antara lain diusulkan soal Penetapan Hari Berkebaya Nasional dan Pendaftaran Kebaya ke Unesco. Karena itu perlu kita adakan berbagai kegiatan untuk menggaungkan keberadaan kebaya ke dunia dan membangun kecintaan pada busana peninggalan nenek moyang kita ini,” kata Rahmi Hidayati, Ketua Umum PBI dalam siaran pers yang diterima patadaily.id pada akhir pekan ini.

CFD Berkebaya adalah langkah awal untuk mulai bergerak soal pendaftaran ke UNESCO. Perlu waktu yang lumayan panjang, mulai dari kajian ilmiah mengenai sejarah kebaya, pembuatan dokumentasi soal kebaya, sampai memproses pengajuan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan. 

Untuk menggaungkan gerakan tersebut melalui acara CFD Berkebaya, PBI berkolaborasi dengan Pertiwi Indonesia. Organisasi perempuan yang memiliki cabang  di berbagai daerah di Indonesia ini mendukung dan berkomitmen untuk ikut menggaungkan upaya pelestarian kebaya ini. 

Sementara Ketua Umum Pertiwi Indonesia, Antarina F Amir mengatakan, “Kolaborasi dengan berbagai organisasi pencinta budaya Indonesia ini penting dilakukan  agar budaya luhur yang diwariskan turun temurun oleh bangsa kita  tetap terjaga kelestariannya dan dapat dikembangkan untuk membangkitkan kebanggaan, kecintaan pada tanah air  dan menjadi pengikat  persatuan serta  kerukunan dalam masyarakat.”

Jalan kaki bersama dengan berkebaya dipilih sebagai bentuk penyampaian aspirasi tersebut sekaligus  mengingatkan bahwa  kebaya adalah pakaian khas dan busana sehari-hari perempuan Indonesia yang dapat dikenakan dalam berbagai waktu dan kesempatan sejak zaman nenek moyang oleh berbagai kalangan termasuk perempuan muslimah yang memadukannya dengan pemakaian kerudung. 

“Tradisi berkebaya  dipadu berbagai kain khas Indonesia bukan saja akan mengasah kecintaan pada Tanah Air, namun juga akan memberikan kontribusi penting kepada para pengrajin di dalam negeri  serta peningkatan ekonomi UMKM dari hulu ke hilir,” ujar Miranti Serad, Ketua Bidang Budaya Pertiwi Indonesia. 

Peserta mulai berkumpul di halaman Kemendikbud pukul 06.00 WIB dan kegiatan jalan kaki dimulai pukul 07.00 WIB. Setelah pembukaan dengan rangkaian acara antara lain menyanyikan lagu Indonesia Raya serta  tarian Sirih Kuning. Panitia mengelompokkan peserta menjadi kloter per 200 orang yang akan mendapat pengawalan tim panitia bersepeda.

Panitia juga menyediakan pos kesehatan di empat titik sepanjang rute Kemendikbud – Bundaran HI lengkap dengan tim medis, dokter dan perawat serta ambulans, termasuk tim kesehatan dari Kill Covid-19, yakni Dr Jusuf Kristianto, dr Ira, dr Riska, dan Dewi.

Di titik-titik ini juga disediakan air mineral. Program Jalan Santai Berkebaya ini rencananya juga akan diselenggarakan di berbagai daerah lainnya di Indonesia agar kegiatan berkebaya dapat lebih menyebar di seluruh Nusantara. (Gabriel Bobby)

Share