Presiden Jokowi Resmikan InJourney

Share

Presiden Jokowi (Ist)

PATADaily.id – Presiden Joko Widodo pada Kamis (13/1/2022) meresmikan holding BUMN pariwisata dan pendukung InJourney di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal yang sudah dinantikannya selama 7 tahun terakhir.

“Sejak awal sebenarnya sudah bolak-balik ini saya sampaikan sejak tujuh tahun yang lalu. Sudah saya perintahkan konsolidasi, restrukturisasi, karena kuncinya di situ,” tutur Presiden Jokowi dalam siaran pers yang diterima patadaily.id, Jumat (14/1/2022).

Menurutnya, begitu banyak perusahaan dengan anak-anak usaha serta aset yang premium dan strategis belum menjadi kekuatan besar karena tidak terkonsolidasi, efisien, dan kompetitif.

“Alhamdulillah hari ini, dengan membentuk holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, pengelolaan pariwisata kita akan Insyaallah akan bisa dilakukan secara efisien, terintegrasi dari hulu sampai hilir. Mulai penataan rute penerbangan, manajemen perjalanan, konten promosi, event, atraksi, kuliner, akomodasi sampai ke penjualan ritel-ritel suvenir dari para perajin-perajin kita yang tentu saja juga sudah terseleksi dengan baik,” ujarnya.

Sementara Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyatakan pembentukan InJourney didedikasikan untuk menjawab berbagai tantangan dan potensi besar di sektor pariwisata dan pendukung terutama akibat disrupsi pandemi COVID-19.

“Ini holding BUMN pertama yang berbentuk ekosistem lintas sektor. Bahkan dirancang menjadi mega ekosistem yang bersinergi dengan BUMN sektor lain, swasta, UMKM, dan masyarakat lokal. Selain akan dilakukan pembenahan tata kelola perusahaan, semua layanan dari ekosistem ini akan saling terhubung, dan terintegrasi, mulai dari infrastruktur hingga pengalaman perjalanan di tiap titik wisata dan fasilitas.

Ia mencontohkan, bandar udara akan menjadi Aerocity dan lifestyle destination, juga akan dibentuk super platform untuk travel plan pengalaman berwisata di Indonesia secara holistik.

Di tahap awal, Kementerian BUMN mengintegrasikan 5 perusahaan di bawah InJourney: Angkasa Pura I (AP I), Angkasa Pura II (AP II), Hotel Indonesia Natour (HIN), Taman Wisata Candi Borobudur (TWC), dan Sarinah.

Kedepannya, akan bergabung pengelola destinasi pariwisata terintegrasi ITDC dan berbagai layanan penerbangan dan kargo milik negara.

“Dengan konsolidasi aset awal sebesar Rp 97,88 triliun, InJourney akan terus berkembang dengan target konsolidasi aset sebesar Rp 261,22 triliun pada 2024,” tutur Menteri Erick.

Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria menyampaikan bahwa holding ini menginisiasi peningkatan trafik wisatawan melalui kolaborasi dengan stakeholder termasuk asosiasi, swasta serta UMKM.

“Dalam jangka pendek, prioritas kami adalah penataan portofolio bisnis bandar udara anggota holding dengan membuat international logistic hub, pengembangan 8 bandara dengan konsep aerocity, inisiasi platform Travel Management, konsolidasi 122 hotel-hotel milik BUMN, dan mengembangkan kawasan-kawasan di destinasi pariwisata super prioritas,” ungkapnya.

“Kami percaya, pembentukan InJourney diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan sektor pariwisata, tapi akan menjadi ekosistem pariwisata terdepan di wilayah Asia Tenggara,” tutup Dony. (Gabriel Bobby)

Share