Film Indonesia Diputar di Festival Internasional di Jerman

Share

Istimewa

PATADaily.id – Film pendek “Larung ” merupakan interpretasi (tafsir) dari Puisi Sihar Ramses Simatupang yang menceritakan tentang kehilangan seorang anak atas kedua orang tuanya, kenangan terbawa sepanjang hidupnya hingga suatu ketika kesadaran hadir untuk melepaskan kenangan itu lalu anak gadis itu pergi ke sungai yang jernih menuju Batu Cadas Tunggal untuk melakukan ritual melarung benda-benda peninggalan orang tuanya.

Istimewa

Rangkaian kalimat di atas merupakan sinopsis dari cerita film pendek atau puisi yang dikonsep dengan menghadirkan tradisi budaya Indonesia dari arsitekur bangunannya sampai Batik yang dikenakan sang tokoh, lukisan patung juga suasana pedesaan dan alamnya serta nuansa musik tradisinya yang syahdu dan magis membuat aroma keindonesiaan hadir dalam film pendek Larung.

“Film pendek Larung diikutkan dalam Festival Film Pendek Kabupaten Bogor yang sebagai ketentuan dalam mengikutkan festival harus shooting pengambilan gambarnya berada di lokasi Bogor dan film pendek Larung yang memenuhi syarat ketentuan tadi pun diikutkan dan memperoleh kemenangan juara 1 sebagai film pendek terbaik, sutradara terbaik dan aktris terbaik dan mendapat ucapan selamat dari Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin dan diputar di instagramnya,” papar Agus Firmansyah dari Komunitas Tanpa Nama ketika ditemui patadaily.id di Jakarta, Rabu (14/10/2021).

Sebelum, lanjutnya, mengikuti Festival Film pendek Kabupaten Bogor, film pendek Larung telah di-launching dan kemudian Mei lalu film Larung diikutkan dalam Festival Film Puisi di Thuringia Jerman Weimar Poetry Film Festival award Thuringia Germany atas bantuan seorang teman bernama Abdullah yang sedang belajar di Bremen.

“Sebagai distribusi di kancah internasional dan saat pengisian formulir pun terdapat statement dari sutradara dalam mengikuti Festival Film Puisi International (Award Poetry Film Festival Thuringia Germany) jawabnya sutradara pun
memperkenalkan kebudayaan Indonesia melalui film puisi ” dan Film puisi / cerita pendek puisi dan di saat pengumuman bahwa film Puisi / cerita pendek ” Larung ” masuk di spesial program World Mirror Of Poetry yang sebagai bagian program dari Thuringia Poetry Festival Award, Special Program World Mirorr Of Poetry yang mewakili setiap benua, di antara dari Eropa (Inggris Raya, dan Yunani), Amerika (Amerika Serikat, Mexico, Kolombia ), Asia (Indonesia dan Singapura) dan Austarlia (Australia),” urainya.

Ia menjelaskan bahwa World Mirror of Poetry merupakan program yang berkeliling dengan lompatan dan kontradiksi untuk menangkap sekilas keadaan dunia dan puisinya, dan rangkaian festival peserta yang masuk sebagai penerima Awarad dan juga peserta yang masuk dalam rangkaian festival specsal program fillm puisi diputar selama 1 Mmnggu dari 23 September hingga 30 September 2021 dan di 26.september jam 8 malam sampai jam 10 malam, Komunitas Tanpa Nama (Indonesia) yang Agus Firmansyah ( Sutradara ), Sihar Ramses Simatupang ( penyair) Abdullah Said Zubaidi (Pendistribusi Festival international ) diundang untuk mengikuti zoom meeting dalam penganugerahan award Poetry Thuringian Film Festival dan juga rangkain diskusi.

“Komunitas Tanpa Nama (Indonesia) dalam mengikutkan karya filmnya bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan negeri indonesia yang begitu kaya, dari tradisi dan budayanya sehingga dapat memberikan bentuk Pariwisata sebagai bagian dari promosi yang untuk memperkenalkan ke Indonesian di kancah internasional melalui media film,” ucapnya. (Gabriel Bobby)

Share