Sketsa dalam Lukisan Klowor

Share

Istimewa

PATADaily.id – Pelukis asal Yogyakarta Klowor Waldiyono menaja pameran tunggal bertajuk : “Sketsa dalam Lukisan Klowor” di TAN Artspace, Jalan Papandayan 11, Semarang. Helat akbar pameran yang dipandegani Semarang Sketchwalk (SSW) yang dibuka CEO PT Identix Pratama Indonesia, Irma Susanti ini akan berlangsung mulai dari 1 -21 Mei 2021.

Owner TAN Artspace Dony Hendro Wibowo mengatakan, TAN Arspace sebagi salah satu Creative Hub di Semarang, membuka peluang bagi para untuk berpameran, tak hanya perupa dari Semarang tetapi juga dari daerah lain.

“Saya sangat bangga SSW bisa menghadirkan pelukis Klowor Waldiyono dalam gelaran “Arisan Exhibition The Series Semarang Sketchwalk” untuk berpameran di TAN Artspace. Perupa, kolektor, pecinta seni mari bersama kita nikmati karya-karya pelukis Klowor Waldiyono yang elok dan inspiratif,” ujar Dony yang juga bergiat di jagad seni rupa dan arsitektur.

Selepas membuka pameran Irma Susanti mengatakan, merasa sangat senang diberi kesempatan membuka gelaran pameran tunggal pelukis kondang Klowor Waldiyono.

Pada kesempatan ini, lanjutnya, juga bisa langsung mengapresiasi karya-karyanya yang sangat indah dan menginpirasi.

“Karya-karya yang ditaya dalam pameran ini penuh daya pukau dan memesona. Sebenarnya sangat sayang kalau hanya dipajang sebagai lukisan. Kalau didesain dan diproduksi jadi lembar-lembar kain batik karya yang memesona ini bisa lebih banyak dinikmati banyak orang,” ujar pengusaha owner Indentik batik ini.

Pada kesempatan keliling ruang pamer sebelum pameran dibuka, lanjut Irma, melihat karya yang ditaja dalam pameran. Irma mengaku kesengsem pada sebuah karya yang bertajuk: “Kotak Telepon”, Acrylic di Atas Canvas. “Melihat lukisan Kotak Telepon itu, saya langsung jatuh hati. Saya berkeputusan untuk mengoleksinya. Karya itu meskipun terlihat simpel tertapi penuh makna filosofi. Di era digital ini telpon sebagai alat komunikasi sangat penting. Hampir mustahil orang tak jaman sekarang tak menggunakan telpon dalam komunikasi,” terang Irma.

Gelaran Artis Talk

Usai jeda buka bersama Artis Talk dipandu Ketua SSW RatnaSawitri yang menghadirkan pelukis Klowor Waldiyono berlangsung gayeng. Selain menjadi ajang nostalgia, karena sebagian yang ikut gelaran diskusi ini alumni SMSR satu almamater dengan nara sumber Kowor Waldiyono.

Pada kesempatan itu, pelukis yang pernah menyabet juara perta kompetisi UOB pada tahun 2011 ini, berbagi kiat sehingga dia bisa bertahan mengarungi dunia senirupa.

Menurut Klowor Waldiyono, apa yang dijalaninya sebagai pelukis atau seniman merupakan konsekuensi dari pilihannya.

“Untuk itu kita harus menjalani dengan konsisten apa yang sudah jadi pilihan kita dengan ikhlas. Tentunya sebagai seniman, ya, harus berkarya. Dan salah satu bentuk pertanggungjawabannya dengan berpameran,” ujar pelukis yang dikenal ramah dan terbuka ini.

Klowor membabarkan kiatnya, disiplin dan konsistensi merupakan modal penting untuk terus berkarya.

“Jadi jangan pernah berpikir karya yang kita buat untuk siapa. Dan akan dipamerkan di mana. Saya tak pernah melihat karya saya akan dipamerkan di mana. Di mana pun pamerannya, saya selalu menyiapkan karya-karya saya dengan maksimal. Karena karya yang kita pajang itu, bukan hanya wadak sebuah karya, tetapi mewakili pribadi senimannya,” ujar Klowor.

Klowor mengaku, kalau lagi suntuk “ngluyur” melakukan perjalanan dengan motor trail-nya, menuju ke Magelang, Merapi, Ketep Pas, bahkan hingga Cilacap.

“Pergi ke alam menyerap energinya, kemudian menumpahkannya melalui kuas dan cat menjadi sebuah karya. Maka karya-karya saya banyak bersingungan dengan alam, tumbuhan dan binatang. Pesan moral ekologisnya, kita harus juga melihat dan menghargai mahluk lain agar ada harmoni dalam kehidupan,” pesan Klowor dalam siaran pers yang diterima patadaily.id.

Ketua Semarang Sketchwalk Ratna Sawitri, kehadiran Klowor Waldiyono, dalam pameran di TAN Artspace ini bisa menjadi pemantik semangat para perupa Semarang untuk tetap kreatif di era pandemi.

Selain Artis Talk, lanjut Ratna, SSW juga akan menggelar Workshop bertajuk: “Deformasi Bentuk” bersama Klowor Waldiyono.

“Workshop akan digelar pada 21 Mei mendatang. Tempat sangat terbatas, untuk yang berminat bisa menghubungi panitia,” pungkas Ratna.

Tentang Klowor Waldiyono

Pada gelaran pameran ini pelukis kelahiran Yogyakarta 31 Januari 1968 ini menaja 32 karyanya berupa lukisan, drawing dan sketsa. Karya yang ditaja dari yang berukuran 6 X 8 Cm hingga yang terbesar 200 x 150 cm, bertiti mangsa 2005 – 2021. Lukisan bertajuk: Senja di Pegunungan (Acrylic On Cancas, 200 x 150 Cm) dijadikan point of interest, kemudian berjajar lukisan seri gunung, sketsa- sktesa Kota Lama, dan yang lainnya.

Pameran bertajuk: “Sketsa dalam Lukisan Klowor” (2021) ini merupakan pameran tunggal pelukis jebolan FSRD – ISI Yogyakarta. Pameran tunggal lainnya, Hitam- Putih (1995) Bentara Budaya, Yogyakarta, Siklus dan Siklus Klowor (2011), Taman Budaya, Yogyakarta, Colour (s) of Klowor (2013) Kemang Gallery, Jakarta, Terrestrial Paradise (2016), Liman Jawi Art House, Magelang dan Restropeksi 32 Tahun Hidup Berkesenian (2019), Jogja Gallery, Yogyakarta. Sedangkan pameran bersama sudah puluhan kali baik di Indonesia maupun mancanegara.

Pekukis yang terkenal denga subjek matter kucing dan pemandangan ini mengantungi sejumlah penghargaan antara lain; Pada tahun 1989, Lukisan Cat Minyak Terbaik (Pratita Adikarya), SMSR, Yogykarta, Penghargaan Sketsa Terbaik FSRD ISI, Yogyakarta, 1990 –Cat Minyak Terbaik FSRD ISI,Yogyakarta, Penghargaan Sketsa Terbaik, FSRD ISI Yogyakarta, 1991 – Cat Minya Terbaik, FSRD ISI, Yogyakarta,1998 – Finalis “Philip Moris Art Award”, 2000 – Finalis“Philip Moris Art Award”, 2003 – AAA (Indonesian Art Award), Jakarta, Finalis Indofood Art Award, Jakarta dan 2011 – Pemenang Kompetisi UOB Pertama, Jakarta.

Pelukis yang pernah terlibat polemik tentang lukisan bergenre “Pemandangan” ini tak hanya bisa menyoal dan bicara, tetapi bisa membuktikan.

Menjawab polemik itu, Klowor Waldiyo, menjadi inisiator pameran bersama lukisan bertema “Pemandangan” di Muserum Dari Tanah Liat, Yogyakarta, beberapa tahun lalu, yang diikuti oleh para pelukis dari beberapa kota.

Klowor juga bisa membuktikan bahwa lukisan pemandangan, kalau digarap dengan sungguh-sungguh juga bisa lukisan berkelas dan diandalkan.

Dan ini dibuktikan, Klowor Waldiyono, dengan lukisan pemandangan Seri Gunungnya yang elok dan memesona kini menjadi buruan para kolektor. (Gabriel Bobby)

Share