Benarkah Ada 200 Jenis Rendang di Sumatera Barat?

Share

Rendang (Ist)

PATADaily.id – Beberapa waktu silam saya membaca tentang pernyataan media di Kompas bahwa ada 200 lebih jenis rendang di Sumatera Barat yang mana dalam berita tersebut pakar kuliner Indonesia William Wongso menyampaikan kepada aktris nasional Dian Sastrowardoyo bahwa ada 200 jenis rendang dan Dian Sastro kaget mendengar hal tersebut, saya senada dengan Dian dan sama kagetnya dengan Dian dengan pernyataan tersebut karena jika diambil patokan setiap kabupaten/kota di Sumatera Barat ada rendang khas mereka, maka angkanya hanya 19 kabupaten/kota saja.

Hal tersebut disampaikan Uda Dian Anugrah, Minangkabau Cuisine Specialty Chef kepada patadaily.id, Senin (29/6/2020).

“Selama saya menekuni dunia kuliner Minangkabau tidak pernah saya temukan pernyataan seperti ini yang dilengkapi dengan data valid, data sesungguhnya secara rinci dan detail terkait klaim rendang 200 jenis atau variasi,” ujarnya.

Jika, lanjutnya ditilik dari jenis rendang yang dipahami sejak lama oleh masyarakat Minangkabau, maka sebenarnya hanya ada dua jenis rendang yang secara umum dimafhumkan oleh keseluruhan masyarakat Minangkabau, yakni Rendang Darek dan Rendang Pesisir.

Ia menjelaskan, Rendang Darek secara umum adalah wilayah Minangkabau awal atau tuo yang notabene tidak bersisian dengan garis laut dan Rendang Pesisir itu secara umum adalah rendang yang dihasilkan masyarakat pesisir, yakni masyarakat Minangkabau yang tinggal di wilayah wilayah Minangkabau yang bersisian dengan Pantai seperti Padang, Pariaman dan lainnya.

“Cita rasanya pun agak berbeda, rendang darek lebih ringan tidak terlalu banyak bumbu kering dan cenderung lebih hitam, sementara rendang pesisir cenderung lebih banyak bumbu dan lebih pedas,” ucapnya.

Nah, lanjutnya, setelah memahami bahwa ada 2 jenis memasak rendang yang dibagi menurut wilayah, kemudian setiap warga masyarakat dimasing-masing wilayah bebas mengadaptasikan bahan memasaknya, ada yang menggunakan daging sapi, daging kerbau, kacang, telur, daun-daunan dengan variasi bumbu khas rumah masing masing secara turun temurun.

“Jika ini dihitung sebagai jenis rendang, maka variasinya akan sangat beragam, namun saya meyakini jumlahnya puluhan saja bukan ratusan,” tuturnya.

Uda Dian mengungkapkan bahwa dirinya sangat tertarik memahami tolok ukur apa yang digunakan sehingga kemudian bisa lahir pernyataan ada 200 jenis rendang di Sumatera Barat, yang mana pernyataan ini dikeluarkan oleh pakar kuliner nasional, yakni William Wongso yang baru-baru ini masak rendang bersama Gordon Ramsay.

“Dengan segala kerendahan hati saya meminta agar bapak William Wongso merunut satu persatu klaim yang dimaksud dari nomor 1 hingga 200 agar terang benderang pula klaim ini yang mana oleh Natgeo Channel disampaikan bahwa beliau Has Mastered 200 varieties Rendang from West Sumatera,” paparnya.

Menurutnya, ini tidak main-main, jika diartikan secara langsung ini berarti William Wongso telah menguasai cara pemasakan lebih dari 200 jenis rendang, yang mana saya sebagai pemuda Minangkabau dan aktif menggeluti dunia kuliner Minangkabau sejak 2010 silam pun bertanya-tanya apa saja itu 200 jenis rendang?.

“Saya berharap pertanyaan ini mendapat jawaban dari Bapak William Wongso dan Natgeo selaku pihak penyiar siaran yang mengeluarkan statement tersebut, saya amat sangat berharap Pakar Kuliner Nasional Bapak William Wongso bisa jelaskan satu-persatu hingga 200 agar tidak terjadi tumpang tindih informasi di masa mendatang yang mana akan menimbulkan bias nyata,” urainya.

Terlepas dari klaim 200 jenis rendang itu bisa dijawab atau tidak, benar atau tidaknya, Uda Dian selaku masyarakat Minangkabau berterima kasih kepada Natgeo dan Gordon Ramsay dan Chef Legenda Indonesia William Wongso sudah berkenan hadir dan memasak rendang di Ranah Minang.

“Jika ada kesempatan di lain waktu saya dengan senang hati akan membagikan apa yang saya dapat dan peroleh dalam menimba ilmu di dunia Kuliner Minang sejak 2010, baik dari segi rasa, paduan bahan, filosofi serta seperti apa masyarakat Minangkabau memandang sajian sajian yang telah hadir turun temurun beratus ratus tahun lamanya,” ujarnya.

Namun yang pasti, Uda Dian takkan bercerita kepada Anda tentang 200 atau 400 jenis rendang.

“Saya akan bercerita bagaimana rendang itu dengan seluruh kebaikan bahan dan proses panjang memasaknya sungguh banyak keindahan yang akan menguatkan karakter kita sebagai insan manusia,” tutupnya. (Gabriel Bobby)

Share