New Normal, Tetap Berharap Wisman Traveling ke Sumba

Share

Sumba disukai wisman dari Eropa (Ist)

PATADaily.id – Sumba adalah destinasi wisata yang masih perawan dan jauh dari keramaian turis (untouristic).

Namun, dalam 2 tahun terakhir akomodasi hotel-hotel dengan kualitas yang lebih baik bertambah terus.

Dengan ketersediaan suplai listrik yang lebih baik di Sumba, hotel-hotel yang sudah ada seperti Mario Hotel bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitasnya misal kolam renang dan lainnya.

Hotel lain seperti Ella Hotel, City Hotel di Tambolaka harganya tidak mahal juga semakin baik.

Ada juga Sumba Hospitality, di sana menyiapkan Sumba tourism. Tidak hanya sebagai tempat diklat tapi juga menawarkan akomodasi yang bisa dimanfaatkan pengunjung.

Pemerintah daerah pun senang dengan keberadaan Nihiwatu resort yang menjadi hotel terbaik dunia selama 2 tahun berturut-turut.

Tak bisa dipungkiri, keberadaan resort ini telah membuat pembangunan infrastruktur lebih baik di sana, seperti perbaikan jalan sehingga aksesibilitas darat lebih baik.

Akomodasi di Sumba terbilang lengkap. Mulai dari Rp200 ribu/malam hingga $ 1.000/malam di Nihiwatu.

Setelah muncul pandemi Covid-19, banyak orang akan mencari tempat-tempat yang tidak ramai dikunjungi.

Sumba merupakan salah satu pilihan terbaik, jadi ini juga menjadi salah satu poin yang akan membuat pulau ini lebih mudah untuk dipromosikan dan dijual.

Semua itu mengemuka dalam webinar Sumba Menyapa Dunia with New Protocol, Kamis (28/5/2020).

Banyak orang yang tidak tahu Sumba memiliki apa pun yang dicari oleh wisatawan, mulai dari pantai landai berpasir putih, ombak-ombak untuk surfing, trekking, air terjun, dan budaya.

Ya, ini bukan destinasi wisata biasa dimana di setiap sudut wisatawan bisa menemukan gerai penjual pizza atau kafe kopi ternama berjaringan global atau pusat-pusat perbelanjaan.

Pulau ini betul-betul surga bagi mereka yang mencari ketenangan. Explore Sumba sebagai salah satu tour operator di Sumba adalah usaha tour operator bebas plastik.

Untuk suplai air minum tamu akan memberikan gelas tupperware atau botol air alumunium yang bisa dibawa oleh wisatawan sebagai suvenir. Jadi para tamu cukup mengisi ulang.

Mulai dari sekarang juga sudah dipersiapkan handsanitizer atau sabun antiseptik dengan air mengalir. Handuk dingin yang sudah didisinfeksi.

Norberto Rodrigo Sanchez, co-founder Explore Sumba menjelaskan, tour operator (TO) ini sudah merancang protokol baru dalam pengoperasian tour-nya.

“TO ini mempelajari referensi-referensi dari berbagai TO yang telah membuat protokol dalam rangka mengantisipasi kenormalan baru di industri perjalanan wisata. Selain itu juga mengikuti terus aturan-aturan baik yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Juga rambu-rambu dari WHO,” paparnya.

Protokolnya masih sebatas rancangan, masih terus diperbaiki dan up date. Belum sampai diujicoba namun sudah diperkenalkan kepada staf-stafnya dan dikomunikasikan dengan para supliernya seperti dengan hotel- hotel, tempat-tempat makan.

Adapun durasi perjalanan ke Sumba minimal 2 malam. Durasi tersingkat ini bisa dilakukan dengan tinggal di salah satu sisi pulau saja. Di bagian barat suasananya lebih dan lebih tradisional, budayanya otentik. Di bagian timur banyak air terjun dan tenun ikat. Waktu terbaiknya selama April hingga November saat kemarau.

Pola perjalanan singkat 3 hari 2 malam bisa dilakukan dengan in-out dari satu bandara. Pola perjalanan panjang bisa dilakukan dengan in- out di 2 bandara berbeda.

Pola paling ideal adalah masuk dari Sumba Timur dan keluar atau mengakhiri perjalanan di Sumba barat.

Di Sumba barat banyak hotel di tepi pantai. Perjalanan udara dari Bali baik ke bandara di Sumba barat dan Sumba timur selama 1 jam. Selain itu untuk perjalanan lompat pulau di NTT bisa dilakukan dari Ende di Pulau Flores, dari Kupang di Pulau Timor dengan durasi penerbangan yang tidak lama.

Hingga saat ini, wisatawan dari Belanda dan Perancis merupakan pasar utama pariwisata Sumba.

Selain itu wisatawan dari Spanyol dan Italia juga bertambah terus. (Gabriel Bobby)

Share