Industri Pariwisata : Tren Teknologi Menghadapi Industri 4.0

Share

Mr Kenneth Tan, Commercial Director, EuroSport Network Television dengan Agus Canny, Executive Director PATA Indonesia

Teknologi “cloud computing” tumbuh pesat, pasar “cloud global” meningkat dari USD 220 miliar (2016) hingga USD 411 miliar (2020) atau naik 17%. Ketersedian fitur-fitur yang sangat relevan bagi kebutuhan Industi Pariwisata telah memudahkan dalam memberikan layanan dan fungsi respons sangat cepat (searching, browsing, booking) bagi wisatawan (Amadeus, 2018).

Awal 2018, terdapat 1,82 miliar orang di seluruh dunia sering menggunakan aplikasi “mobile messaging apps” yaitu mengobrol (chatting) via platform, kini telah mengambil alih cara lain berkomunikasi melalui internet telah melampaui jaringan sosial dan SMS atau email sehingga aplikasi “mobile messaging” sekarang telah menjadi aplikasi yang paling banyak dan paling sering digunakan pada smartphone, terlebih bagi wisatawan.  Dalam dunia platform “messanging” 24/7 yaitu interaksi antara perusahaan dan wisatawan, telah berkembang tren yaitu dari mengobrol (chatting) orang dengan robot (atau “chatbots“).

Penggunaan teknologi “digital identity, biometric” berkembang pesat pada industri pariwisata, guna mengidentifikasi pengguna saat berjuang melawan penipuan dan pencurian identitas dari berbagai pembayaran hingga layanan publik (Visa, Imigrasi, Bea Cukai) antara lain bertujuan menyediakan identitas digital terkait erat dengan fisik pengguna.

(Agus Canny, Executive Director PATA Indonesia, 17 September 2019)

Share